Dua Fakta Mengejutkan & Kontroversial Tentang ‘Flat Earth Society’

Dua Fakta Mengejutkan & Kontroversial Tentang ‘Flat Earth Society’

Dua Fakta Mengejutkan ‘Flat Earth Society’ – Di lansir dari svet-zivotinja.org, seperti namanya, flat earth society atau para “kaum” bumi datar adalah orang-orang yang percaya bahwa benar adanya kalau bumi itu datar. Mereka percaya benar adanya tentang klaim bahwa Bumi itu bulat adalah sebuah konspirasi yang di sebarkan oleh pemerintah dunia, badan antariksa, dan perusahaan swasta. Anehnya, mereka justru percaya kalau planet Mars itu bulat. .

Tentu saja, segala usaha dan upaya mereka untuk membuktikan teori ini adalah pekerjaan yang berat. Bahkan jika itu nantinya akan membuat klaim konyol dan tidak saintifik. Berikut dua fakta aneh dan mengejutkan yang (mungkin) belum kamu ketahui tentang kaum Bumi datar.

1. Mereka mengklaim gerhana matahari dan gerhana bulan sebagai bukti kalau Bumi itu datar

Di kutip dari uggoutletclearance.us.com/, gerhana matahari adalah bukti konkret bahwa benar adanya Bumi itu bulat. Logikanya, seluruh dunia akan melihat gerhana matahari pada saat yang bersamaan jika Bumi itu datar. Namun, penganut Bumi datar mengklaim kalau gerhana matahari justru membuktikan kalau Bumi itu datar.

Kaum Bumi datar mengklaim kalau Bulan akan menghasilkan bayangan yang lebih besar selama gerhana matahari jika Bumi itu bulat, sehingga seluruh dunia akan di selimuti dengan kegelapan. Selain itu, mereka juga mengatakan kalau gerhana bulan adalah bukti lain kalau Bumi itu datar.

Mereka memiliki beberapa penjelasan menarik tentang gerhana bulan, salah satunya menyebutkan kalau objek “tidak di kenal” yang menjadi penyebab dari terjadinya gerhana bulan. Mereka berspekulasi kalau itu adalah objek asing yang mengorbit di antara Bumi dan Bulan, entah itu sebuah planet atau asteroid.

Namun seperti yang di lansir sebelumnya, para astronom telah memastikan bahwa tidak ada planet lain yang bisa “menyelinap” di antara Bulan dan Bumi.

2. Mereka percaya kalau matahari itu kecil dan terletak di atas Bumi

Bumi mengalami dua ekuinoks (sebuah fenomena astronomi ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa) setiap tahunnya, yang pertama di bulan Maret dan yang lainnya di bulan September. Ekuinoks terjadi karena Bumi itu berbentuk bulat dan memiliki kemiringan sumbu sepersekian derajat. Namun, kaum Bumi datar tidak setuju dengan teori ini.

Seperti di jelaskan dalam laman IFLScience. Mereka mengatakan kalau ekuinoks terjadi karena matahari berada tepat di atas Bumi dan terus berputar di sekitar Kutub Utara. Yang menurut mereka menjadi pusat dunia. Kaum Bumi datar juga menambahkan kalau Matahari jauh lebih kecil dari ukuran yang sering di gembar-gemborkan oleh para saintis NASA.