5 Binatang Langka Endemik Kepulauan Visayas Filipina

5 Binatang Langka Endemik Kepulauan Visayas Filipina

5 Binatang Langka Endemik Kepulauan Visayas Filipina

5 Binatang Langka Endemik Kepulauan Visayas Filipina – Filipina menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang terdiri dari kepulauan, di mana memiliki lebih dari 7,641 pulau. Namun negara kepulauan ini dibagi dalam tiga wilayah utama, yakni Luzon, Visayas dan Minadanao.

Namun, kepulauan ini memiliki berbagai macam fauna endemik yang mendiami beberapa wilayah tersebut, salah satu yang menarik terdapat di Kepulauan Viscaya. Wilayah tersebut terletak di tengah antara Luzon dan Minadanao yang menjadikannya memiliki beberapa fauna endemik dengan bentuk unik.

Pastinya menarik untuk melihat beberapa binatang asli dari Kepulauan Viscaya berikut ini. Maka dari simak, yuk ulasannya berikut ini.

1. Visayan spotted deer

Conservation of WV endemic species pushed

Pertama terdapat Visayan spotted deer yang termasuk jenis rusa yang endemik dari Kepulauan Visayan terutama berada di pulau Panay dan Negros, namun juga ditemukan di beberapa pulau lainnya.

Rusa ini termasuk kecil, dengan panjang maksimum mencapai 125-130 cm, dengan tinggi 70-80 cm dan berat antara 25-80 kg. Rusa ini memiliki ciri khas dengan bintik putih di sekitar tubuhnya yang membedakannya dari jenis rusa lainnya.

Sedangkan makanan utama hewan bernama latin Rusa alfredi ini adalah rerumputan dan daun. Sementara rusa ini juga termasuk hewan yang langka dan masuk dalam kategori dalam bahaya menurut IUCN Red List.

2. Philippine Naked Fruit Bat

Philippines Endangered Species | By Jennifer B. Sipe

Philippine Naked Fruit Bat juga menjadi salah satu binatang asli dari Kepulauan Visayas yang mendiami pulau Negros dan sebagian kecil di pulau Cebu. Melansir dari laman https://maxbetresmi.com/ mamalia ini termasuk jenis kelelawar besar yang memiliki panjang tubuh antara 218-221 mm dan berat 125-143 gram. Habitat utama kelelawar ini berada di hutan dan goa, yang mana mereka memakan berbagai macam buah yang ada.

Ancaman utama dari kelelawar ini berupa semakin besarnya kerusakan lingkungan dengan alih fungsi lahan dari hutan menjadi ladang tebu. Sebelumnya binatang ini dianggap punah pada tahun 1964, namun ditemukan kembali pada tahun 2000 namun masuk dalam kategori critically endangered menurut IUCN Red List.

3. Visayan warty pig

Visayan Warty Pig - Facts, Diet, Habitat & Pictures on Animalia.bio

Kemudian ada lagi binatang unik yang juga langka dari Kepulauan Visayas, Filipina yakni bernama Visayan warty pig. Babi ini unik karena memiliki jambul di bagian atas kepalanya hingga ke punggungnya, serta memiliki warna cokelat kehitaman.Makanan utama dari babi ini berupa akar-akaran dan buah-buahan, namun juga memakan berbagai macam tanaman pertanian yang membuatnya dianggap sebagai hama.

Hewan ini hanya ditemukan di Pulau Negros dan Panay saja dan masuk dalam kriteria critically endangered menurut IUCN Red List. Selain itu, Visayan warty pig menjadi salah satu spesies babi paling langka di dunia berdasarkan National Geographic, selain Bawean warty pig dan pygmy hog.

4. Cebu flowerpecker

Cebu Flowerpecker – Philippine Endangered

Beralih ke burung ada pula Cebu flowerpecker yang sebelumnya sempat dianggap punah pada awal abad ke 20, setelah adanya penggundulan hutan. Kemudian adanya ekpedisi pada tahun 1992 menemukan kembali burung ini di sekitaran hutan kapur di Cebu.

Burung ini mempunyai ukuran panjang sampai 9-12 cm, serta memiliki warna yang menarik perpaduan antara hitam merah dan putih. Sedangkan makanan utamanya berupa buah-buahan dan nektar bunga, yang tersedia di hutan.

Sedangkan status konservasi burung ini ada pada kriteria critically endangered menurut IUCN Red List.

5. Philippine Leafbird

Leafbirds are also “rainbow” birds | Julian O'Dea

Terakhir ada burung Philippine Leafbird yang tersebar di Pulau Leyte, Cebu dan Minadanao. Habitat burung ini berada di hutan hujan tropis dan subtropis pada area dataran rendah, serta banyak ditemukan di Mindanao, serta beberapa di Leyte dan Cebu. Burung ini mempunyai ukuran antara 18-19 cm panjangnya, dengan warna hijau muda kekuningan yang menarik banget.

Sedangkan status konservasi dari burung bernama ilmiah Chloropsis flavipennis ini masuk kriteria vulnerable sesuai dengan data IUCN Red List.