5 Spesies Hewan Diduga Punah Ini Muncul Kembali

5 Spesies Hewan Diduga Punah Ini Muncul Kembali

5 Spesies Hewan Diduga Punah Ini Muncul Kembali

5 Spesies Hewan Diduga Punah Ini Muncul Kembali – Akibat ulah manusia yang merusak ekosistem dan melakukan perburuan liar, sejumlah hewan menjadi punah. Seperti burung dodo, harimau Tasmania, sapi laut Steller dan masih banyak lagi. Ada pula hewan-hewan yang diprediksi telah punah, namun hewan ini ditemukan kembali bertahun-tahun setelahnya dalam kondisi hidup!

Mau tahu, hewan-hewan apa saja yang seolah bangkit dari kematian? Dan bagaimana kondisinya saat ini? Geser layarmu ke bawah untuk membaca.

1. Ular malam Clarion

Diduga Sudah Punah, 8 Spesies Hewan Ini Muncul Kembali secara Ajaib!Ular bernama latin Hypsiglena unaocularus ini pertama kali ditemukan di tahun 1936 oleh William Beebe, seorang naturalis terkenal saat mengunjungi pulau Clarion di Meksiko. Lalu, ia memasukkan ular ini ke dalam toples dan berniat untuk menelitinya. Saat kunjungan kedua ke pulau Clarion, Beebe gagal menemukan ular ini.

Melansir http://ratutogel.com/ kejadian ini dianggap sebagai kesalahan label dan akhirnya ular ini dilupakan. Lalu, di tahun 2013 tim herpetologis yang dipimpin oleh Dr Daniel Mulcahy ingin menemukan spesies ular ini. Mereka akhirnya menemukan 11 ular yang cocok dengan deskripsi yang ditulis oleh Beebe di tahun 1936. Ternyata, ular itu tidak benar-benar punah!

2. Cuban solenodon

hispaniolan solenodon Tumblr posts - Tumbral.com

Jika hewan bernama Cuban solenodon ini hidup sejak zaman dinosaurus? Ketika seluruh dinosaurus mati akibat asteroid yang menabrak bumi, hewan sejenis tikus ini selamat dan tetap hidup! Sedihnya, habitat Cuban solenodon dihancurkan pada pertengahan 1900-an, ungkap laman Ranker.

Tak lama, pertumbuhan anjing dan kucing semakin masif dan mengancam populasi hewan ini. Lalu, di tahun 1970-an, para ahli meyakini bahwa mamalia ini telah punah. Puluhan tahun dianggap punah, akhirnya hewan ini ditemukan kembali di tahun 2003 oleh peneliti! Kini, upaya konservasi sedang dilakukan untuk menyelamatkan Cuban solenodon.

3. Tokek jambul Kaledonia Baru

Woow! 5 Hewan Yang Telah Punah Ini Hidup Lagi? | Infocean

Banyak spesies unik ditemukan di pulau Kaledonia Baru di lepas pantai Australia. Salah satu hewan yang tinggal di sana adalah tokek jambul Kaledonia Baru. Tokek ini pertama ditemukan di tahun 1866 oleh Alphone Guichenot, seorang ahli ilmu hewan asal Prancis. Namun tiba-tiba tokek ini ‘hilang’ dan dianggap punah.

Kabar baiknya, tokek ini ditemukan kembali di tahun 1994 oleh tim ekspedisi yang dipimpin oleh Robert Seipp, jelas laman Ranker. Setelah ditemukan, para ilmuwan mulai membiakkan tokek ini secara serius. Tujuannya, supaya jumlah populasinya meningkat. Ancaman terbesar bagi tokek ini adalah serangan semut api (Wassmania auropunctata).

4. Takahe

Takahe shooting case handed to police | RNZ News

Selandia Baru punya banyak binatang endemik unik, salah satunya ialah takahe (Porphyrio hochstetteri). Burung yang tak bisa terbang ini dinyatakan punah di tahun 1851, ungkap laman Ranker. Lalu, di tahun 1948 Geoffery Orbell memimpin ekspedisi Pegunungan Murchison di Fiordland dan menemukan burung takahe kembali.

Sedihnya, populasi burung takahe di tahun 2011-2012 diperkirakan tinggal 276 burung saja, terang laman New Zealand Birds Online. Burung takahe terancam oleh iklim yang dingin serta persaingan makanan dengan rusa merah. Saat ini, ilmuwan masih bekerja keras untuk meningkatkan populasi burung ini.

5. Ikan Coelacanth

Coelacanth Bunaken, Ikan Purba yang Disangka telah Punah

Ikan coelacanth terlihat seperti ikan purba. Para ahli paleontologi beranggapan bahwa ikan ini telah punah di zaman kapur akhir, sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Sampai akhirnya, di tahun 1938, ikan coelacanth tiba-tiba muncul di jaring nelayan di Afrika Selatan, ungkap laman Ranker. Tentu saja, kemunculan ikan ini disambut gembira oleh para ilmuwan.

Tidak disarankan untuk menjadikan ikan coelacanth untuk dimakan. Dagingnya mengandung minyak, urea, ester lilin dan senyawa lain yang sulit dicerna dan bisa memicu diare. Jumlahnya bergantung spesies, misalnya L. chalumnae yang hanya berjumlah 500 ekor dan L. menadoensis yang jumlahnya sekitar 10 ribu ekor.