Bahaya Gigitan Kutu Kucing Bagi Manusia

Bahaya Gigitan Kutu Kucing Bagi Manusia

Bahaya Gigitan Kutu Kucing bagi Manusia

Bahaya Gigitan Kutu Kucing bagi Manusia – Kasus meninggalnya balita di Sragen akibat tergigit kutu kucing baru-baru ini menyisakan tanya. Seberapa berbahayakah gigitan kutu kucing terhadap manusia, dan bagaimana kita bisa menghindari tergigit kutu kucing, mengingat ukurannya sangat kecil.

Manusia rentan atau berisiko terkena gigitan kutu, terutama memelihara binatang berbulu di rumah, misalnya kucing. Jika tidak dibarengi dengan perawatan yang rajin dan tepat, rumah Anda mungkin dipenuhi oleh parasit tak bersayap ini.

Kutu lebih suka hidup dengan anjing atau kucing, tetapi jika populasinya tumbuh, kutu dapat menyebar dan tinggal di serat karpet, sofa, tempat tidur, atau halaman rumah.

Gejala yang dirasakan ketika tergigit kutu
Manusia akan merasakan gejala yang mirip dirasakan hewan ketika tergigit kutu, antara lain:

  • Gatal. Bekas gigitan kutu meninggalkan rasa gatal karena kutu melepaskan air liur yang mengandung antikoagulan ke dalam kulit dan aliran darah yang memudahkan kutu untuk memberi makan. Karena liur kutu adalah zat asing, sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi terhadapnya
  • Bengkak. Kulit di sekitar gigitan akan membengkak sebagai bagian dari reaksi alergi
  • Kulit memerah akibat air liur kutu
  • Cedera dan infeksi pada kasus serius
  • Rasa tidak nyaman. Gigitan akan terus berlanjut selama kutu masih menempel pada tubuh. Ini akan meningkatkan jumlah gigitan, rasa sakit dan gatal
  • Pada beberapa orang, gigitan kutu dapat berkembang mengakibatkan pusing, sulit bernapas, mual, dan nyeri dada.

Kendati terasa sangat gatal, jangan turuti hasrat menggaruk. Garukan dapat mengiritasi kulit dan berpotensi menyebabkan infeksi bakteri hingga melepuh di area gigitan.

Kutu lebih suka hidup dengan kucing

Kutu kucing atau dalam sebutan ilmiahnya Poker Deposit Pulsa Indosat, meski tidak bisa terbang tetapi memiliki kemampuan luar biasa untuk melompat. Panjang tubuhnya hanya sekitar 3 mm, namun kutu kucing dapat melompat sangat jauh, berkali-kali lipat dari ukuran tubuhnya–sekitar 15 cm secara vertikal dan 33 cm secara horizontal.

Gigitan kutu kucing dapat menyebabkan dermatitis serius pada hewan maupun manusia. Itu karena gigitannya mengandung air liur yang menjadi alergen bagi manusia. Berdasarkan pola karakteristik gigitan, kutu lebih senang menggigit bagian pergelangan kaki.

Ketika mengalami ini, kulit akan terasa sangat gatal dan muncul iritasi. Meski digaruk secara lembut pun bisa terasa menyakitkan, terlebih di malam hari. Reaksi kulit terhadap gigitan ini biasanya berlangsung beberapa hari. Namun dalam kasus yang parah dapat bertahan hingga dua tahun.

Mengutip Dermatitis Caused by Ctenocephalides Felis (cat flea) in Human dalam Journal US National Library of Medicine pada 2014, tak sedikit pula bahwa gigitan ini dapat mengakibatkan reaksi alergi parah pada individu yang rentan, tetapi juga menggaruknya dapat menyebabkan infeksi sekunder.

Pes adalah penyakit yang pernah membunuh hampir setengah populasi di Eropa pada abad pertengahan, dan wabahnya masih ada di mana-mana hingga sekarang.

Kutu menjadi inang bagi bakteri pes, Yersinia pestis. Kucing dapat terkontaminasi oleh wabah pes setelah makan tikus yang terinfeksi kutu. Kucing-kucing itu kemudian dapat membawa kutu ke rumah, lalu dapat menggigit manusia dan menularkan penyakit. Untungnya, pes dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.