Banyak Masyarakat Tidak Patuh Aturan Transportasi

Banyak Masyarakat Tidak Patuh Aturan Transportasi

Banyak Masyarakat Tidak Patuh Aturan Transportasi

Banyak Masyarakat Tidak Patuh Aturan Transportasi. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang masih belum patuh pada aturan bertransportasi di masa transisi menuju kenormalan baru alias new normal.

“Ada memang di beberapa tempat masih sangat sangat sulit mengaturnya, apalagi transportasi dalam perkotaan. Tapi kalau transportasi antarkota relatif sudah terkontrol dengan baik,” katanya di Jakarta, Rabu.

Bila masyarakat terus bandel dan tidak melakukan pengawasan sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah lewat protokol kesehatan, maka keadaan sosial – ekonomi akan sulit untuk membaik.

“Tapi, kadang-kadang ada pengguna (kendaraan dan transportasi) yang mungkin takut terlambat, takut ketinggalan, bahasanya tuh ngeyel,” lanjutnya.

Masyarakat memang sudah dibolehkan kembali produktif di luar rumah, tetapi harus terus menerapkan protokol kesehatan. Hal ini tercantum dalam Permenhub Nomor 41 Tahun 2020 terkait aturan bertransportasi.

Berdasarkan hasil pengawasan, golongan tersebut biasanya merupakan penumpang transportasi dalam kota. Bagi pengguna transportasi antarkota cenderung lebih patuh pada aturan.

Pemerintah, meminta masyarakat untuk memahami dan kooperatif bahwa aturan bertransportasi diberlakukan untuk kepentingan kesehatan seluruh pihak.

“Buat kami yang tidak kalah penting adalah masyarakat sendiri adalah, kesadaran. Ini kan perlu kerja sama semuanya. Kami juga tidak ingin sedikit-sedikit menegur, sedikit-sedikit menindak. Itu kan sebenarnya juga kurang mendidik,” kata Adita.

Perlu diketahui, diberlakukannya aturan bertransportasi di era pandemi bertujuan untuk mencegah terjadinya perluasan virus corona alias Covid-19.

“Jadi memang masih ada hal-hal yag harus dipenuhi karena pandemi belum selesai, dan kita juga harus sadari bahwa perjalanan harus tetap aman,” kata Adita.

Penyebab Banyak Pengguna Kendaraan Tak Tertib

Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, kurangnya edukasi tentang aturan yang ada membuat pengguna jalan hanya akan tertib jika ada Polisi yang mengawasi di jalan.

“Berbeda dengan di negara lain, diberikan pelatihan tentang aturan yang dibuat. Jadi mereka mengerti kalau aturan dibuat bukan sekadar untuk mengatur, tapi ada kepentingan bersama jika semua tertib aturan,” Kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

“Jalan raya adalah ruang publik dengan segala komponennya yang sangat beragam. Semua karakter dari manusia ada di jalan raya. Kalau tidak tertib maka akan mudah terjadi konflik seperti tabrakan,” ucap Jusri.

Jusri juga menambahkan, pengguna jalan yang tidak tertib sebenarnya tidak berfikir kalau mereka itu rentan. Karena banyaknya karakter pengguna jalan, kecelakaan sangat mudah terjadi di jalan raya.

Banyak pengemudi atau pengguna sepeda motor yang hanya bisa mengendarai kendaraannya, namun tidak mengerti dari adanya peraturan yang dibuat.

Menurut dia, masyarakat Indonesia sebenarnya tahu adanya aturan, namun edukasi soal aturan itu sendiri masih kurang. Sehingga orang Indonesia menganggap aturan hanya berlaku jika ada Polisi di sekitarnya.