Fakta Baru Kasus John Kei

Fakta Baru Kasus John Kei

Fakta Baru Kasus John Kei

Fakta Baru Kasus John Kei – Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar 67 adegan dalam rekonstruksi kasus penyerangan oleh kelompok John Kei di lima lokasi, Senin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dari rekonstruksi itu, penyidik menemukan beberapa temuan baru terkait kasus penyerangan tersebut.

“Kita sudah melihat bersama ada 67 adegan yang kita laksanakan, jika kita bandingkan dengan pra rekonstruksi kemarin ada beberapa penambahan, ada temuan baru dan pengembangan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin.

Dari lima TKP itu, tiga di antaranya merupakan lokasi di mana kelompok John Kei merencanakan aksi penyerangan.

Tiga lokasi itu yakni Kelapa Gading, Jakarta Utara; Arcici Sport Center, Jakarta Pusat; Jalan Tytyan Indah, Bekasi.

Sedangkan dua lokasi lainnya, yakni Duri Kosambi, Jakarta Barat dan  Green Lake City, Kota Tangerang menjadi lokasi penyerangan John Kei Cs.

“3 TKP digunakan oleh aktor intelektual melakukan pembicaraan, pemufakatan, dan persiapan melakukan perencanaan sehingga korban meninggal dunia,” ujar Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Diungkap Calvijn, beberapa temuan baru yang terungkap, mulai dari pertemuan John Kei dan anak buahnya di Kelapa Gading pada 14 Juni.

Lalu, soal penyerahan uang sebesar Rp10 juta dari John Kei kepada anak buahnya, Daniel Farfar.

Sejumlah fakta baru terungkap dalam proses rekonstruksi kasus penyerangan yang dilakukan oleh John Kei Cs. Dalam rekonstruksi yang dilakukan di 5 lokasi itu mengungkap dengan jelas keterlibatan John Kei sebagai perencana penyerangan terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Rekonstruksi digelar pada Senin yang digelar di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Arcici Sport Center, Jakarta Pusat hingga di markas John Kei di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi. Lokasi-lokasi tersebut merupakan tempat-tempat perencanaan John Kei dkk.

Total ada 67 adegan yang diperagakan oleh John Kei Cs dalam rekonstruksi tersebut. Pada rekonstruksi ini terdapat fakta-fakta baru yang sebelumnya tidak terungkap pada prarekonstruksi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kita sudah melihat bersama ada 67 adegan yang kita laksanakan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Diungkapkan Calvijn, Daniel Farfar lantas memberikan uang tersebut kepada anggota yang lain untuk membeli perlengkapan.

“Tersangka DF memberikan sejumlah uang kepada beberapa tersangka lainnya untuk membeli semua perlengkapan pipa yang akan digunakan yang akan diubah bentuk, dimodifikasi seperti senjata tajam yang sudah dilihat, tombak pipa yang diperuncing,” tuturnya.

Dalam rekonstruksi di Jalan Tytyan Indah, juga terungkap bahwa aksi penyerangan dipersiapkan oleh tiga aktor intelektual. Ketiganya yakni John Kei, Daniel Farfar, Franklin Resmol.

Franklin, diketahui sebagai sosok yang berperan untuk menghubungi beberapa anak buah untuk terlibat dalam aksi penyerangan.

“Ketiga tersangka aktor intelektual ini di dalam pertemuan di rumah JK ini lebih memastikan lagi apa rencana-rencana yang akan dilaksanakan dalam eksekusi tersebut,” ucap Calvijn.

Pada 21 Juni lalu, kelompok John Kei melakukan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei.

Yusri mengatakan, dibanding pada prarekonstruksi sebelumnya, ada temuan baru yang dituangkan dalam rekonstruksi ini. “Kita bandingkan dengan prarekonstruksi kemarin, memang ada penambahan lagi,” imbuh Yusri.

Yusri mengatakan ada temuan baru yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Salah satunya ada penyerahan uang dari John Kei kepada Daniel Farfar.

“Sewaktu di Bekasi sempat JK (John Kei) ini menyerahkan uang sekitar Rp 10 juta dalam lembaran Rp 50 ribu kepada DF sebagai uang operasional untuk menyelesaikan tugasnya,” katanya.

“Apa tugasnya? Dijelaskan sama JK ini yang temuan kita, bahwa ‘pengkhianat harus mati’. Siapa pengkhianatnya? Perlapor di sini (Nus Kei). Dijelaskan lagi dan diakui oleh JK sendiri. Ini temuan baru yang kita dapatkan nanti akan berkembang lagi,” sambungnya.