Hewan Peliharaan Tingkatkan Produktivitas

Hewan Peliharaan Tingkatkan Produktivitas

Hewan Peliharaan Tingkatkan Produktivitas saat WFH

Hewan Peliharaan Tingkatkan Produktivitas saat WFH – Kehadiran hewan peliharaan seperti anjing dan kucing yang menggemaskan ternyata punya pengaruh positif saat bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19. Studi terbaru menunjukkan hewan peliharaan dapat meningkatkan produktivitas saat work form home (WFH).

Studi yang dilakukan Battersea Dogs and Cats ini menganalisis keberadaan kucing dan anjing peliharaan selama masa lockdown. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui OnePoll terhadap 2.000 orang pemilik hewan peliharaan di Inggris.

“Kami mendengar begitu banyak kisah luar biasa tentang bagaimana anjing dan kucing Battersea menyelamatkan pemiliknya, membantu mereka merasa tidak terlalu kewalahan dan mengalihkan perhatian mereka dari berita,” kata perwakilan Battersea, Ali Taylor dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Independent.

“Meskipun ada frustasi karena lockdown, tapi anjing-anjing itu tidak menyadari apa yang terjadi. Mereka mungkin benar-benar menikmati, karena bisa berjalan lebih lama dan lebih banyak perhatian dan waktu bermain daripada sebelumnya,” kata ambassador Battersea David Gandy dalam sebuah penyataan, dikutip dari Metro.

Keberadaan hewan-hewan gemas itu juga mampu menjaga kesehatan mental pemiliknya. Sebanyak 43 persen mengungkapkan bahwa hewan peliharaan membantu mereka mengurangi gejala kecemasan yang muncul di masa pandemi Covid-19.

Food and Drug Administration (FDA) mengimbau para pemilik hewan peliharaan untuk mempraktikkan physical distancing bagi kucing dan anjing mereka. Hewan peliharaan tak boleh berinteraksi dengan orang atau hewan lain di luar area sekitar rumah.

Dua kucing peliharaan di negara bagian New York juga didiagnosis terserang virus corona setelah mengalami gejala gangguan pernapasan ringan. Salah satunya bahkan tak tinggal bersama seseorang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Keberadaan hewan gemas itu juga mampu menjaga kesehatan

Hingga saat ini, belum ada kasus penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. “Berdasarkan informasi terbatas yang tersedia saat ini, risiko penyebaran SARS CoV-2 dari hewan ke manusia sangat rendah,” ujar FDA dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Cornell Feline Health Center, Bruce Kornreich mengatakan, imbauan physical distancing bagi kucing dan anjing adalah cara untuk melindungi mereka dari ancaman penyakit dan mencegah penularan antar-hewan.

“Yang paling penting untuk dipahami adalah Daftar IDN Play Poker bahwa virus ini [SARS CoV-2] utamanya menyebar pada manusia. Kucing memang rentan, tapi umumnya mereka kembali pulih,” kata Kornreich.

Kucing yang terserang virus corona, sebut Kornreich, mengalami gejala yang sama dengan manusia seperti demam, batuk, gangguan pernapasan, keluarnya cairan dari hidung, muntah, dan diare.

Mengutip Science Alert, FDA menyarankan, biarkan kucing berada di dalam ruangan atau rumah jika memungkinkan. Sementara anjing harus diikat dengan tali yang dapat menjaga jarak paling tidak 6 kaki atau sekitar 1,8 meter dari manusia atau hewan lain.

FDA juga merekomendasikan para pemilik anjing untuk menghindari taman atau area-area publik lainnya. Pemilik anjing umumnya gemar mengajak hewan peliharaannya bermain di taman.

Sekitar 12 persen pemilik hewan peliharaan mengaku curhat berkeluh kesah mengenai beban kerja dengan hewan peliharaan mereka. Sebanyak 13 persen pemilih bercerita mengenai kehidupan mereka secara umum.

Hasilnya, 58 persen partisipan mengaku hewan peliharaan membantu mereka meningkatkan produktivitas dan motivasi untuk bekerja dari rumah.

Sebanyak empat dari 10 orang (40 persen) menyatakan hewan-hewan lucu itu membantu mereka menjaga aktivitas rutin selama lockdown. Sekitar 60 persen menyatakan hewan peliharan membantu mereka untuk bangun tidur setiap pagi.