Penipuan Jual Hewan Peliharaan

Penipuan Jual Hewan Peliharaan

Penipuan Jual Hewan Peliharaan di Australia Marak Saat Corona

Penipuan Jual Hewan Peliharaan di Australia Marak Saat Corona – Kasus penipuan berkedok penjualan hewan peliharaan tengah marak di Australia di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut lembaga pengawas konsumen Australia (ACCC), para pelaku mengincar penduduk yang merasa kesepian. Mereka lantas menawarkan hewan peliharaan dengan harga lebih tinggi.

Kucing yang semula penurut tapi lalu berubah menjadi nakal bisa jadi pertanda kangen alias merindukan Anda. Penelitian terbaru menunjukkan, kucing yang cemas karena ditinggal pergi atau diabaikan pemiliknya sering kali berubah berperilaku nakal.

Penelitian dari Federal University of Juiz de Fora, Brasil ini merupakan studi pertama yang menganalisis hubungan perilaku kucing saat berpisah dengan pemiliknya. Penelitian serupa pernah dilakukan pada anjing.

“Banyak orang percaya bahwa kucing peliharaan tak bisa menjalin hubungan dengan pemiliknya. Tapi, studi kami menunjukkan bahwa hewan-hewan ini mungkin menderita ketika dipisahkan dari sosok yang dekat dengan mereka,” kata peneliti Profesor Zoologi Aline Cristina Sant’Anna, dikutip dari Berita Trending Hari ini.

Menurut Rickard, total kerugian akibat modus penipuan tersebut mencapai A$700 ribu (sekitar Rp6,7 miliar). Studi ini menemukan sejumlah perilaku nakal seperti pipis sembarangan dan mencakar-cakar benda saat kucing ditinggal pemiliknya di rumah.

Hampir 67 persen kucing menunjukkan perilaku merusak barang-barang, diikuti dengan bersuara berlebihan, buang air kecil dan buang air besar bukan pada tempatnya, depresi, agresif, dan cemas.

Menurut lembaga pengawas konsumen Australia

Temuan menarik lainnya adalah kucing yang berperilaku buruk tinggal tanpa orang dewasa perempuan, dengan pemilik berusia 18-35 tahun dan tanpa mainan.

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 223 kucing dari 130 pemilik. Hasilnya, peneliti menemukan, kucing-kucing yang berpisah dari pemiliknya mengalami stres yang terlihat dari perilaku yang nakal.

Menurut Rickard, pelaku lantas meminta korban Poker Deposit Pulsa Tanpa Potongan untuk membayar uang muka untuk biaya transportasi, lalu kemudian menghilang.

“Setelah korban membayar, penjual lantas tidak bisa dihubungi,” ujar Rickard. Para pelaku, kata Rickard, mempunyai trik memajang foto-foto hewan peliharaan dengan pose yang menarik untuk memikat korban.

“Banyak orang terjebak di rumah dan memutuskan mencari hewan peliharaan melalui situs internet, untuk membuat mereka tidak merasa kesepian,” kata Wakil Ketua ACCC, Delia Rickard.

“Yang disayangkan adalah keinginan untuk membeli hewan peliharaan dan situasi pembatasan kegiatan akibat Covid-19 membuat orang-orang kesulitan memilah apakah penjual itu jujur atau tidak,” kata Rickard.

Karena warga dilarang bepergian, maka sangat sulit bagi korban melihat langsung hewan peliharaan yang dijual. Hal ini menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku.

Seperti dilansir AFP, Jumat, para pelaku dilaporkan melakukan penipuan dengan cara membuat situs penjualan hewan peliharaan berupa anak anjing.