Puskesmas Kedungkandang Tutup Tiga Hari

Puskesmas Kedungkandang Tutup Tiga Hari

Puskesmas Kedungkandang Tutup Tiga Hari

Puskesmas Kedungkandang Tutup Tiga Hari, – Puskesmas Kedungkang, Kota Malang untuk sementara ditutup selama tiga hari. Penutupan tersebut lantaran diketahui ada perawat yang positif COVID-19. Namun, Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang Husnul Muarif tak merinci secara pasti jumlah perawat yang terpapar virus corona.

Namun, terkait berapa jumlah yang terkonfirmasi Covid-19, Husnul masih belum mendapat laporan detil dari kepala puskesmas. “Ini masih nunggu kepala puskesmas. Yang bersangkutan masih melakukan pembagian tugas untuk tracing internal karyawan, yang jumlahnya 60 hingga 64 orang Jadi di tracing semua perjalanannnya dua minggu ke belakang seperti apa saja,” katanya.

1. Bakal lakukan penyemprotan disinfektan

Selain ditutup, puskesmas juga akan disemprot disinfektan. Puskesmas Kedungkandang sendiri terdiri dari dua bangunan utama. Waktu tiga hari dirasa cukup untuk mensterilkan seluruh bagian gedung.

“Supaya juga recovery bagi rekan-rekan di Puskesmas Kedungkandang ini cukup, karena selama ini kunjungan ke puskesmas ini banyak,” kata Husnul Muarif, Senin.

2. Terkonfirmasi positif pada Minggu malam

Husnul menambahkan, konfirmasi terkait adanya perawat yang positif COVID-19 itu diterima pihaknya pada Minggu malam. Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 langsung berkoordinasi dan memutuskan untuk menutup puskesmas.

Selain itu, tracing juga langsung dilakukan. Ada 66 karyawan yang dimintai keterangan terkait aktivitasnya selama 14 hari terakhir.

“Hasil tracing ini nanti bakal menjadi titik potensial untuk mencari penyebab dari mana pasien bersangkutan terpapar COVID-19,” tambahnya.

3. Pertimbangkan pelayanan masyarakat

Para karyawan juga telah diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama penutupan puskesmas. Penutupan selama tiga hari sebenarnya tidak benar-benar efektif. Namun, pemkot juga tidak bisa mengesampingkan pelayanan masyarakat. Mau tidak mau puskesmas harus tetap optimal beroperasi di tengah pandemik seperti sekarang.

“Kami juga harus memikirkan layanan kepada masyarakat, bukan berarti Pemerintah Kota Malang tidak memikirkan tenaga kesehatan. Tetapi, pelayanan pada masyarakat harus diutamakan,” tegasnya.

4. Kembali buka dengan pengurangan jam layanan

Terlepas dari itu, Satgas COVID-19 juga sudah melakukan antisipasi jika nanti puskesmas sudah buka kembali. Pihaknya akan memperketat protokol kesehatan. Selain itu, jam operasional puskesmas juga akan dibatasi.

“Kami usulkan kalau biasanya sampai jam 12 (siang), maka kali ini mungkin maksimal jam 11. Termasuk juga untuk pembatasan untuk pelayanan di dalam gedung,” tandasnya.