Rival Gibran Pede Raup 81 Persen Suara di Pilkada Solo

Rival Gibran Pede Raup 81 Persen Suara di Pilkada Solo

Rival Gibran Pede Raup 81 Persen Suara di Pilkada Solo

Rival Gibran Pede Raup 81 Persen Suara di Pilkada Solo, – Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) sempat menunggu lama akan keputusan KPU Solo terkait verifikasi faktual berupa data total pendukung jalur independen yang memuluskan langkah mereka maju di Pilkada Solo.

Pada akhirnya, mereka melenggang aman ke Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo usai KPU menyatakan mereka lolos verifikasi faktual syarat dukungan. Sehingga mereka siap menantang pasangan Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa yang diusung PDIP.

Adapun proses lolos verifikasi faktual Bajo terjadi setelah diputuskan melalui rapat pleno rekapitulasi dukungan bakal calon perseorangan yang digelar KPU Solo pada Jumat, Agustus 2020. Usai lolos verifikasi faktual, Bagyo Wahyono berharap tim pemenangannya mampu meraih sekitar 81 persen suara pada Pilkada Surakarta. Target itu, kata dia, realistis karena Bajo perwujudan koalisi rakyat kecil di Solo.

1. Pasangan Bajo berasal dari kalangan masyarakat biasa

Usai dinyatakan lolos verifikasi oleh KPU, pasangan Bajo pun mengaku siap menggalang koalisi dengan rakyat di Pilkada Surakarta 2020, dengan bantuan relawan yang sebagian besar berasal dari ormas Tikus Pithi Hanata Baris.

Pasangan Bajo datang dari kalangan masyarakat. Sehari-hari, Bagyo bekerja sebagai penjahit atau desainer pakaian asal Penumping, Laweyan, Solo. Sementara Supardjo adalah karyawan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan juga sebagai Ketua RW di Pajang, Laweyan.

2. Lolos verifikasi faktual, pasangan Bajo yakin galang dukungan suara

Bagyo Wahyono berjanji akan menggalang suara relawan maupun masyarakat untuk bisa memenangkan Bajo pada Pilkada Surakarta 2020.

“Kami harus bersama-sama betul-betul saling mengalah, perjalanan ini diraih tidak begitu mudah. Dan harus melalui perjuangan ekstra bisa lolos menuju tahapan berikutnya yakni pendaftaran sebagai kontestan Pilkada Surakarta,” katanya.

Bersama FX Supardjo, Bagyo menyatakan sudah mempersiapkan diri untuk persyaratan administrasi dan tinggal menunggu waktu pendaftaran di Kantor KPU Surakarta pada tanggal September 2020 mendatang.

“Kami pasangan Bajo saat mendatarkan diri sebagai calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Surakarta ke KPU setempat tidak mengenakan seragam khusus, tetapi tetap memakai baju sederhana seperti biasa. Namun, pasangan Bajo mendaftarkan diri akan menunggang kuda ke Kantor KPU Surakarta,” katanya.

3. Bajo berhak mendaftar sebagai calon independen

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta memutuskan bakal calon pasangan perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), lolos verifikasi faktual (verfak). Dan berhak mendaftar diri Pilkada Surakarta 2020, pada tanggal September mendatang.

Nurul Surtati mengatakan syarat dukungan terhadap pasangan Bajo pada verifikasi faktual tahap pertama yang memenuhi syarat (MS) sebanyak 28.629 pendukung, sedangkan pada masa perbaikan sebanyak 10.202 pendukung dinyatakan memenuhi syarat. Sehingga, totalnya 38.831 pendukung atau sudah melebihi syarat dukungan minimal.

Oleh karena itu, kata Nurul, pasangan Bajo berhak dapat mendaftarkan diri sebagai kontestan Pilkada 2020 ke KPU Surakarta. “Syarat dukungan ini, dapat dipakai untuk pendaftaran sebagai syarat pencalonan dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta 2020,” katanya.